Tuesday, 4 July 2017

Bagian 1 
Anda Siapa ?

Suha ! Suha !!

“Brisikkk !!! siapa sih ?” Mata aku terbuka lalu berjalan menuju jendela, kemudian ku geser gordeng yang mengenai pandangku. Terlihat bocah dengan dandanan aneh berdiri didepan gerbang rumahku.  

“Ada apa Is ? brisik amat dah!”
“Woyy !! Ayo berangkat. Udah siang nih. Bisa telat kita !!” Terdengar sayut-sayut teriakan  dari bawah.

Dengan nyawa belum sepenuhnya terkumpul pada ragaku, ku inget-inget apa yang terjadi pada Isti. Ia mengenakan seragam SMP dengan tas yang ku lihat seperti terbuat dari karung tepung dengan kuncir banyak di rambutnya. Aku ingat, ini haru perdanaku bersekolah di sekolah baruku.

“Waduhh!!!. Ia sebentar aku mandi dulu” Aku terkejut ketika jam dinding dikamarku menunjukkan pukul 05.30. Ku tarik handuk yang menggangtung dibalik pintu kamarku  dan bergegas lari ke kamar mandi

“Ya ampun, nyantai bener ya” Ucap Isti dengan muka lusu nan frustasi.
“Bu, Pa, jalan dulu ya” Aku pamit.
“Hati-hati, Isti sudah menunggumu diluar sejak tadi. Ini uang sakumu” Restu Ibu dan Bapak sambil mengulurkan tangan kanannya.
“Ia Bu, Pa. Assalamualaikum”
“Waalaikumusalam” Terdengar jawaban serempak.

Dengan rambut dan pakaian masih acak-acak, aku lari menuju sumber speaker cempreng dibalik gerbang rumah. Beruntung, semua barang bawaan dan atribut sekolah sudah ku siapkan sejak tadi malam.

“Pagi-pagi udah teriak-teriak, udah kaya Tarzan aja” Sapaku dengan menepuk punda Isti.
“Lama banget sih dandanya, besok-besok kalo ngaret gini, gue tinggalin ya” Ancamnya.
“Ia deh, aku minta maaf. Ayo berangkat, kita udah telat nih.”  Ku tarik tangan Isti. Dari belakang Ia mengimbangiku. Kami berdua melaju secepat mungkin, dengan tujuan estimasi waktu yang seminim mungkin. Aku fikir, jika memang telat setidaknya hukuman yang didapatkan tidaklah begitu berat.

“Ahhhhh lama banget sih nih mobil, kesell” Gumam Isti dengan wajah merah dengan bibir diruncingkan dan pipi dikembangkannya.
“Kalem aja lah Is, nanti juga lewat. Lagian kita nunggu mobil yang mana sih ?” Ucapku konyol.
“Kita cari mobil elf dengan jurusan Losari, kita kan mau kesana. Kamu sih pake acara kesiangan segala” Ujarnya dengan nada kesal sembari melipatkan kedua tangannya kedepan perutnya.
“Iaa deh maaf. Eh itu . . . . . .” Sepontan jari ku menunjuk salah satu angkutan umum. Iya, selagi aku meminta maaf ke Isti, elf dengan tujuan Losari lewat dengan gagahnya dengan mengabaikan keberadaan kami.
“swegggggg . . . . .”
“ >-< ” Perlahan Isti memdekatiku, dan mencekikku. Mampuss.

*****

Waktu menunjukkan 06.10. Kami langsung lari setelah turun dari mobil yang ditunggangi. Hari ini hari pertama Masa Orientasi Siswa bagi aku dan Isti. Kami terkejuk ketika pengumuman penerimaan siswa baru, kami masuk satu sekolah yang sama. Aku bersyukur masih ada sekolah yang mau nerimaku, ditambah lagi sekolah itu negeri  yang bikin dadake sedikit mengembang apabila ditanya temen SMP. Mungkin ini karena keberuntungan, atau mungkin sebenarnya rasa iba tim penyeleksi ketika melihat foto ijazahku yang terkesan lesuh. Lalu Isti ? mungkin sama sepertiku, bahkan dia memiliki nilai dibawahku. Tapi, Isti itu sangat baik, iya “baik (banget)” setiap ada PR dia yang memberiku makan hingga lembar jawabanku penuh, walau terkadang tidak tahu dari arah mana jawaban itu datang.

Kami lari, menerobos gerbas sekolah yang tinggal beberapa sentimeter lagi akan terutup rapat.

“Ka, jangan ditutup dulu ka, biarkan kami masuk” Ucap Isti dengan sedikit memohon dan mencoba bersikap manis.

“Kalian terlamabat. Kembali saja ke rumah. Harusnya kalian cerdas dalam mengatur waktu. Pukul 06.00 saja terlambat” Balasnya dengan nada ketus.

“Masa balik lagi, kami dari jauh bang. Lagian kami terlambat gara-gara lama nunggu mobil umum” Ujarku, padahal ketika abang-abang itu suruh kami kembali dalam hatiku berteriak kegirangan.

“Abang ? eh woy. Kamu kira aku ini abang tukang bakso yang kebetulan lewat terus di amanahkan untuk ngejaga gerbang? atau mungkin kamu anggap aku tukang becak? Hah? panggil aku kakak, panggil semua seniormu kakak, faham? Lagipula, jika memang rumah kamu, kamu, kalian berdua jauh dari sini, bangun lebih pagi. Kenapa kamu malah salahkan mobil umum atau pak supir yang terlambat dalam berkendara? Tidak sekalian kalian salahkan mentari yang bangun terlalu pagi untuk orang-orang pemalas seperti kalian?” Jelasnya panjang lebar.
Ceramah senior tersebut membuat aku dan Isti terdiam, sedikit membuatku merenung. Sedangkan Isti, entah apa yang dia fikirkan dibalik diamnya, apa dia memirkan hal sama dengan yang aku renungkan atau kesal karena gerbang sekolah barunya terutup akibat waktunya yang telah aku akibat terlambat bangun.

“Ini peringatan untuk kalian. Besok jika terlambat, tidak usah ikut MOS. Sekarang, silahkan masuk dan cepat masuk ke barisan” Senior itu memberkan keputusan dipenghujung pertemuan sambil mendorong pintu gerbang yag dipegangnya.

Aku tarik tangan Isti dan lari masuk barisan dari depan. Belum masuk ke dalam barisan, tiba-tiba seseorang menarik tangan kananku. Tangan itu terasa halus, ya, itu tangan seorang perempuan. Aku mencoba membalikkan badan lalu ku tarik tangan kiri dengan tangan Isti digenggaman tangan kiriku dan langkah kami terhenti. Wajahnya mengenai pandanganku, seragam yang digunakannya membuatku sedikit heran.

“Ada apa kak ?” Tanyaku dengan mengerutkan kulit dahi.
“Kalian berdua, ikut saya” Ucapnya yang samar, mungkin lebih cocok dianggap gumaman.
Isti sedikit takut dengan ajakan perempuan dengan tubuh cukup tinggi namun agak kurus. Untunglah ciri panitia yang dikenakannya sehingga menurnkan rasa takut Isti.

“Kalian latihan untuk menjadi peserta simbolis pembukaan kegiatan MOS ini” Jelasnya dengan diikuti arahan sebagai peserta simbolis.
“Duh malu gue . . .” Bisik Isti.
“Udah, kalem aja, lagian ngga ada yang kenal ini, nikmatin aja permainannya”

Entah apa yang terjadi denganku, hari pertama yang mengesankan. Setiap moment memiliki nilai yang sangat besar. aku rasa ini akan menjadi kenangan. Saat MOS SMP, aku pernah terfikirkan bagaimana bisa menjadi peserta simbolis MOS? Haruskah cerdas? populer? atau kaya? ternyata salah, pertanyaan itu terjawab dengan keterlambatan kami. So simple.
Upacara usai, kakak senior yang sempat membegalku di gerbang sekolah pagi ini naik keatas podium.

“Cek Cek . . . baik semuanya. Kemas aset kalian, lalu nama yang dipanggil oleh Pembina OSIS kita, Pak Ilham masuk ke ruang kelas sesuai dengan kelas yang disebutkan, dengarkan dan tidak bersuara. Silahkankan Pak” katanya sambil menyerahkan mimbar yang dipijaknya.

“Terimakasih Kalam” Timbal Pak Ilham.
Terdengar bisik tetangga, bahwa Kalam adalah Ketua OSIS. Pantas saja begitu  mudahnya mengajak orang lain dihari yang cukup dini.

Ahkirnya, satu demi satu nama-nama peserta MOS disebutkan dan memasuki ruang kelas yang nyaman. Satu, dua, tiga kelas telah penuh. Hanya dua kelas tersisa, X-4 dan X-5.
Aku berkata pada Isti “Wah, kita bakal sekelas kayanya nih, semoga nama kamu atau kamu ngga disebut masuk kelas X-4. Aku pengen di kelas X-5” dan dian hanya menjawab “Semoga ya” Terlihat jelas kekesalahan masih menyelibuti dirinya.

“Baik, sekarang untuk kelas X-5”
“Yess . . . Kita satu kelas Is, akhirnya aku bakalan mudah dapet contekan” Ucapku dengan mengepal jari jemariku sebagai rasa syukur. Sedangkan Isti memasang muka sinis dengan sedikit melirik ke arahku.

“Oke sudah, loh ko masih ada yang tersisa? sini kalian. Siapa nama kalian?” Tanya Pak Ilham dengan melambaikan kerah tangan gue dan Isti.
“Muhamad Suhaemi, Pak”
“Isti Putri Wati”
“Kenapa nama kalian tidak ada? apa jangan-jangan kalian masuk sekolah ini pake jalan tikus? kalian tunggu disini” Tambah pak Ilham.

Dengan wajah polos, kami menggeleng.
Sesaat suasana mendingin, aku coba mencairkan “Is, masa ia nama kita ngga ada? Benerkan kita masuk sekolah ini? kalo kita ngga sekolah disini pembukaan MOS nya ngga sah lah, kita kan simbolnya, apalagi . . . .”
“He sini” Kata Isti memotong ocehanku.
“Sakit hah? sakit? gue sial mulu disamping kamu” Sesuatu terjadi pada leherku, Isti rupanya coba buat ngebunuh aku. Cekikkan andalannya berlabuh untuk kedua kalinya pada hari yang sama. Untung saja ini tak lama. Yah, untung, bagaimanapun juga bahkan hampir mati dibuatnya.

“Baiklah, nama kalian terselip. Jadi bapak rasa untuk kamu yang laki-laki masuk kelas X-4 dan perempuan masuk X-5” Suara pak Ilham memecahkan keheningan.
Akhirnya, kami dapat berlindung dari sinar ultraviolet dan bergabung dengan peserta yang lainnya. Setidaknya berteduh.

“Perkenalkan, saya Muhamad Suhaemi, biasa dipanggil Suha. Saya lulusan SMPN 1 Pangenan, anak pertama dari dua bersaudara, mohon bantuannya” ku perkenalkan diriku didepan kelas.
“Silahkan duduk” Balas senior penangung jawab kelas.

           Aku Muhamad Suhaemi, seingatku, sejak aku kecil orang tuaku memanggilku Ami, tapi aku kurang suka dengan nama panggilan itu, aku tidak ingin dipanggil nama itu. Terlebih ketika aku bertanya akan arti nama “Ami” orang tuaku hanya menjawab “tidak tahu”. Bahkan istri seorang Kyai pernah menyarankan nama “Suha” untuk panggilanku, menurutku itu terdengar lebih bagus. Sehingga di sekolah baruku ini, aku perkenalkan diri dengan panggilan suha, remaja dengan usia 15 tahun. Aku masuk sekolah ini karena tak masuk sekolah favorite entah apa penyebabnya. Temanku, Soedar pernah berdoa agar aku tidak masuk sekolah favorite tersebut dan masuk sekolah pilihan kedua agar bisa masuk bersamanya. Rasa pesimisnya karena nilai yang lebih kecil dari aku membuatnya demikian. Rupanya doa dia terkabul, ketika pengumuman penerimaan aku tidak masuk sekolah favorite dan diterima pada pilihan kedua. Sedangkan Soedar, tidak masuk kedua sekolah yang dibidiknya.

          Aku anak pertama, adikku bernama Wonka dengan usia 10 tahun lebih muda dariku. Rentang usia yang besar membuatku terbiasa hidup sendiri dengan rasa nyama dan terbiasa dengan kenikmatan. Menjadi seorang kakak cukup berat, terlebih menjadi anak pertama. Ia seolah-olah membuka jalan hidup untuk adiknya. Walau demikian, aku menyukai adikku, terlebih seorang laki-laki, sepertiku. Keberadaannya membuatku bersemangat.

          Aku keturunan jawa asli, meskipun jawa barat. Kota kecil denga sebutan kota udamg, disitu aku dilahirkan. Bahkan, jauh sebelum merdeka, uyutku dulu asli penduduk lokal di Desa kami. Hari kelahiranku selasa, menurut primbon jawa artinya api, membara bergejolak dan panas. Tapi aku rasa tidaklah cocok denganku yang memiliki kepribadian yang pendiam dan kalem, bahkan irit dalam hal berbicara. Kepribadan tersebut bagi sebaguan besar orang sungguh membosankan, sampai-sampai sedikit sekali teman-temanku berbincang denganku. Namun lain halnya dengan Isti, dia pribadi yang periang. Pengetahuan dalam lingkungan membuatnya mudah dalam membuka percakapan. Pribadi ini mampu membuat banyak oarang disekelilingnya dekat dengannya termasuk aku, akan tetapi ketika moodnya buruk, kekesalan akan enghampirinnya sepanjang hari dan dia memilih untuk mengurug dirinya. Sifat ini lah yang mendekatkanya padaku.

       Isti merupakan sahabatku. Kami bersahabat sejak Sakolah Dasar dahulu. Kami sangat dekat, bersepeda ketika berangkat dan pulang sekolah setiap hari kami lakukan. Bahakan suatu hari kami pernah jatuh dari sepeda yang dikayuh olehku akibat rantai sepeda kami copot. Alhasil Isti yang diboncengku terhempas jatuh ke saluran air.  Aku masih ingat ketika Kakaknya, menitipkannya padaku. Jarak yang tak jauh antara rumahnya dan rumahku membuat kami sangat dekat.

*****

Monday, 28 November 2016

Kumpulan Link Jurnal Kimia

KIMIA SAINS:
  1. Jurnal Kartika Kimia - Jurusan Kimia Unjani. Website : https://jkk.unjani.ac.id/index.php/jkk
  2. Indonesian Journal of Chemistry - Jurusan Kimia FMIPA UGM. Website : http://ijc.chemistry.ugm.ac.id/
  3. Valensi - Jurusan Kimia UIN Jakarta: http://journal.uinjkt.ac.id/index.php/valensi
  4. Jurnal Kimia - Jurusan Kimia FMIPA Universitas Udayana. Website : http://ejournal.unud.ac.id/new/detail-17-17-kimia.html
  5. Chemistry Progress - Jurusan Kimia FMIPA Universitas Sam Ratulangi, Manado. Website : http://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/chemprog
  6. Alchemy Jurusan Kimia UNS - Solo. Website : http://digilib.mipa.uns.ac.id/index.php?aksi=viewjurnal&&id=1412-4092
  7. Akta Kimia Indonesia - Jurusan Kimia ITS Surabaya, website : http://www.analitik.chem.its.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=57&Itemid=72
  8. ITB Journal of Science - ITB bandung. Website : http://journal.itb.ac.id/index.php?li=articlesandabstracts&id=171&pre=1
  9. Jurnal Ilmiah Kimia Molekul - Jurusan Kimia UNSOED : http://jurnalonline.unsoed.ac.id/index.php/molekul
  10. Jurnal MIPA - FMIPA Unnes Semarang. Website : http://journal.unnes.ac.id/index.php/JM
  11. Sains dan Terapan Kimia - Jurusan Kimia Univeritas Lambung Mangkurat. Website : http://kimiaunlam.wordpress.com/profil/
  12. Jurnal Bahan Alam Indonesia - Perhipba : http://jbai.iregway.com/index.php/jurnal
  13. Sains Dan Teknologi Kimia - Jurusan Kimia UPI Bandung: http://jurnal.upi.edu/stk/
  14. Jurnal Kimia - Jurusan Kimia UNY Yogyakarta: http://journal.uny.ac.id/index.php/jkimia
  15. Jurnal Kimia Indonesia - HKI (Himpunan Kimia Indonesia) http://pustaka.kimiawan.org/
  16. Warta Kimia Analitik - LIP. Website : http://situs.jurnal.lipi.go.id/wka/
  17. Majalah Polimer Indonesia - LIPI. Website : http://www.jurnal.lipi.go.id/situs/mpi
  18. Makara Sains - UI Jakarta. Website : http://journal.ui.ac.id/?hal=volume&q=4
  19. Buletin Kimia - IPB. Website : http://journal.ipb.ac.id/index.php/bulkim
  20. Jurnal Eksakta - UII Yogyakarta. Website : http://journal.uii.ac.id/index.php/Eksakta/issue/archive
  21. Jurnal Manusia dan Lingkungan, PSLH UGM. Website : http://pslh.ugm.ac.id/id/index.php/archives/category/abstrak

KIMIA PENDIDIKAN:
  1. Inovasi Pendidikan Kimia - Jurusan Pendidikan Kimia Unnes Semarang: http://journal.unnes.ac.id/index.php/IPK
  2. Jurnal Pendidikan Kimia - Jurusan Pendidikan Kimia Univ. Negeri Surabaya: http://elearning.unesa.ac.id/tag/jurnal-pendidikan-kimia
  3. Mimbar Pendidikan - UPI Bandung: http://jurnal.upi.edu/mimbar-pendidikan
  4. JPMS Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains - UNY Yogyakarta: http://journal.uny.ac.id/index.php/jpms

KIMIA TEKNIK:
  1. ASEAN Journal of Chemical Engineering - Jurusan Teknik Kimia Fak Teknik UGM. Website : http://aseanjche.ugm.ac.id/ojs/index.php/jce
  2. Bulletin of Chemical Reaction Engineering and Catalysis - Jurusan Teknik Kimia, Universitas Diponegoro, Semarang. Website : http://bcrec.undip.ac.id/
  3. ITB Journal of Engineering Science - ITB Bandung. Website : http://journal.itb.ac.id/index.php?li=articlesandabstracts&id=172&pre=1
  4. Jurnal Teknik Kimia Indonesia - Website : http://aptekindo.org/jtki/
  5. Sainteknol - Unnes Semarang. Website : http://journal.unnes.ac.id/index.php/sainteknol

Tambahan
http://www.e-jurnal.com/2013/09/jurnal-penelitian-kimia.html 
http://www.e-jurnalpenelitian.com/

Saturday, 15 October 2016

LAPORAN PRAKTIKUM ASAM-BASA: APLIKASI TITRASI ASAM-BASA DALAM PENENTUAN ANGKA ASAM DARI MINYAK GORENG (ORGANIK)

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Prinsip Percobaan
Berdasarkan aplikasi titrasi asam-basa dan jumlah KOH yang diperlukan untuk menetralkan asam lemak bebas pada minyak goreng (Organik).

1.2  Tujuan Percobaan
Untuk menentukan angka asam dari minyak goreng (organik).

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1  Teori Dasar
Minyak goreng berfungsi sebagai penghantar panas, penambah rasa gurih, dan penambah nilai kalori bahan pangan. Mutu minyak goreng ditentukan oleh titik asapnya, yaitu suhu pemanasan minyak sampai terbentuk akrolein yang tidak diinginkan dan dapat menimbulkan rasa gatal pada tenggorokkan. Hidrasi gliserol akan membentuk aldehida tidak jenuh atau akrolein terseebut. Makin tinggi titik asap, makin baik mutu minyak goreng itu. Titik asap suhu minyak goreng tergantung dari kadar gliserol bebas. Lemak yang telah digunakan untuk menggoreng titik asapnya akan turun, karena telah terjadi hidrolisis molekul lemak. Pada suhu ruang minyak berwujud semi-padatan dengan kandungan butter yang sudah difraksionasi dengan olein sebanyak 75% dan stearin 25%.
Lemak dan minyak yang baik digunakan untuk minyak goreng adalah oleo stearin, oleo oil, lemak babi (lard), atau lemak nabati yang dihidrogenasi dengan titik cair 35-40°C Oleo stearin dan oleo oil  diperoleh dari lemak sapi yang diproses dengan cara rendering pada suhu rendah. Lemak yang dihasilkan dipertahankan pada suhu 32°C, sehingga terbentuk kristal. Setelah penyaringan, dapat dipisahkan oleo stearin yang berkristal besar dan oleo oil berkristal halus.
Minyak goreng kemasan harganya lebih mahal dibandingan dengan minyak goreng curahan, karena didapatkan dari minyak goreng bekas diperoleh dari pabrik-pabrik makanan. Minyak goreng bekas ini yang telah digunakan untuk menggoreng bahan baku, dengan pemanasan penggoreng minyak goreng dapat membentuk radikal bebas yang merupakan sumber kanker pada manusia bila mengkonsumsi makanan dari hasil penggorengan minyak bekas tersebut.
2.2  Teori Tambahan
Minyak merupakan salah satu zat makanan yang penting bagi kebutuhan tubuh manusia. Selain itu minyak juga meupakan sumber energi dimana satu gram minyak dapat menghasilkan 9 kkal . Minyak (nabati) mengandung asam lemak tak jenuh dan beberapa asam lemak esensial. Minyak berperan penting bagi pengolahan bahan pangan, karena minyak mempunyai titik didih yang tinggi (±200°C). Oleh karena itu minyak dapat digunakan untuk menggoreng makanan sehingga bahan yang digoreng menjadi kehilangan kadar air dan menjadi kering. Lemak atau minyak mengandung lebih banyak karbon dan lebih sedikit oksigen daripada karbohidrat. 
Titrasi asam basa sering disebut juga dengan titrasi netralisasi. Dalam titrasi ini dapat digunakan titrasi dengan larutan standar asam maupun bsa. Pada prinsipnya reaksi yang terjadi yaitu reaksi netralisasi. Reaksi netralisasi terjadi antara ion hidrogen sebagai asam dengan ion hidroksida sebagai basa dan membentuk air yang bersifat netral. Dalam melakukan titrasi netralisasi diperlukan kecermatan dalam menentukan perubahan pH khususnya pada saat akan mencapai titik akhir titrasi. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kesalahan dimana akan terjadi perubahan warna dari indikator. Titik akhir titrasi pada titrasi asam basa dapat ditentukan dengan bantuan indikator biasanya pp (phenolptalein). 
Bilangan asam adalah ukuran dari jumlah asam lemak bebas, serta dihitung berdasarkan berat molekul dari asam lemak atau campur anasam lemak . Bilangan asam dinyatakan sebagai jumlah milligram KOH yang digunakan untuk menetralkan asam lemak bebas yang terdapat dalam 1 gram minyak ataul emak. Bilangan asam yang besar menunjukkan asam lemak bebas yang besar pula, yang berasal dari hidrolisa minyak atau lemak, ataupun karena proses pengolahan yang kurangbaik. Makin tinggi bilangan asam, maka makin rendah kualitasnya.
      Penentuan bilangan  asam dipergunakan untuk mengukur jumlah asam lemak bebas yang terdapat dalam minyak atau lemak. Besarnya bilangan asam tergantung dari kemurnian dan umur dari minyak atau lemak tersebut. Analisa minyak dan lemak yang umumnya banyak dilakukan dalam bahan makanan adalah penentuan sifat fisik maupun kimiawi yang khas mencirikan sifatnya tertentu sehingga dapat dianalisa dengan bilangan asam pada suatu sampel. Kandungan asam lemak bebas dalam minyak yang bermutu baik hanya terdapat dalam jumlah kecil, sebagian besar asam lemak terikat dalam bentuk ester atau bentuk trigliserida (Keraten, 1986). Minyak kelapa dapat mengalami perubahan aroma dan cita rasa selama penyimpanan. Perubahan ini disertai dengan terbentuknya senyawa-senyawa yang dapat menyebabkan kerusakan minyak.
Kerusakan minyak secara umum disebabkan oleh proses oksidasi dan hidrolisis. Proses oksidasi dipercepat dengan adanya sinar matahari. Asam lemak dapat teroksidasi sehingga menjadi tengik. Bau tengik merupakan hasil pembentukkan senyawa-senyawa hasil pemecahan hidroperoksida. Minyak akan terjadi oksidasi oleh oksigen dari udara bila bahan dibiarkan kontak dengan udara. Dengan adanya air, minyak dapat terhidrolisis menjadi gliserol dan asam lemak. Reaksi ini dapat dipercepat dengan adanya basa, asam, dan enzim-enzim.

BAB III
METODE PERCOBAAN
3.1  Alat dan Bahan
3.1.1   Alat yang digunakan:

a.    Erlenmeyer 250 mL
b.    Pendingin Leibig
c.    Buret 50 mL
d.   Statif + klem destilasi
e.    Statif + klem buret
f.     Labu ukur 100 mL
g.    Spatula
h.    Gelas kimia 250 mL
i.      Pipet tetes
j.      Pipet volume 5, 10 mL
k.    Corong gelas
l.      Kaca arloji
m.  Botol semprot

3.1.2   Bahan yang digunakan:
1.    Minyak goreng
2.    Alkohol 95%
3.    KOH 0,1 N
4.    Indikator phenolptalein
3.2  MSDS
1.    Alkohol 95 %
Penampilan      : cairan tak berwarna
RM                  : C2H5OH
Massa Molar    : 46,07 g/mol
Densitas           : 1,59-1,62 g/cm3
Titik leleh        : -114°C
Titik didih       : 78,37°C
2.    KOH 0,1N
Nama bahan    : Kalium Hidroksida
Penampilan      : cairan tak berwarna
BM                  : 56,1047 g/mol
Densitas           : 2,04 g/cm3
Titik leleh        : 680°F
Titik didih       : 2408°F
3.    Indikator Phenolptalein
Penampilan      : cairan tak berwarna
RM                  : C20H14O4
BM                  : 318.32 g/mol
Densitas           : 1,277 g/cm3
Tidak larut dalam air tapi larut dalam beberapa jenis alkohol seperti etanol dan eter.
3.4  Cara Kerja
3.4.1   Standarisasi Larutan Asam Oksalat Terhadap KOH
1.    Dipipet dengan teliti 10 mL larutan standar asam oksalat 1,0 N ke dalam labu uku 100 mL, diencerkan sampai tanda batas, dihomogenkan.
2.    Dipipet 10 mL larutan di atas ke dalam erlenmeyer.
3.    Ditambahkan indikator phenolptalein atau metil merah sebanyak 3 tetes.
4.    Dimasukkan larutan KOH ke dalam buret, dan diatur kondisi buret siap untuk dioperasikan.
5.    Dititrasi larutan asam oksalat dengan KOH dari buret sampai terjadi perubahan warna. Dicatat volume larutan KOH yang diperlukan.
6.    Dilakukan pengerjaan titrasi sampai di dapat volume larutan KOH konstant.
7.    Dihitung konsentrasi KOH.
3.4.2      Penentuan angka asam minyak goreng
1.    Ditimbang ± 20 gram minyak goreng ke dalam erlenmeyer 250 mL.
2.    Ditambahkan 50 mL alkohol 95%.
3.    Dipasang pendingin Leibig terbalik di atas erlenmeyer, dilakukan pemanasan sampai mendidih dan dikocok/digoyang kuat-kuat.
4.    Didinginkan, ditambahkan 3 tetes indikator phenolptalein dan dititrasi dengan KOH 0,1N sampai timbul warna merah muda yang tidak hilang selama 0,5 menit.
5.    Dihitung angka asam melalui rumus :

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Percobaan
4.1.1 Standarisasi Larutan KOH Terhadap Asam Oksalat
Titrasi
V Awal
V Akhir
V Pemakaian
Perubahan warna
1
0,00 mL
11,69 mL
11,69 mL
Bening       Merah muda
2
11,69 mL
23,40 mL
11,71 mL
Bening       Merah muda

4.1.2 Penentuan Konsentrasi HCl dengan NaOH
Titrasi
V Awal
V Akhir
V Pemakaian
Perubahan warna
1
0,00 mL
6,41 mL
6,41 mL
Bening       Merah muda
2
6,41 mL
12,20 mL
5,79 mL
Bening       Merah muda

4.2 Pembahasan
Dalam percobaan ini, dilakukan penentuan angka asam dari minyak goreng. Angka asam ini yang ditentukan merupakan asam lemak juga merupakan senyawa organik. Prinsip dari penentian angka asam pada percobaan ini adalah reaksi asam-basa antara asam lemak dengan KOH yang bersifat  basa. Sebelum penentuan asam lemak,  KOH dilakukan standarisasi terlebih dahulu dengan menggunakan larutan stadar baku primer yaitu larutan asam oksalat. Hal ini karena KOH bukan larutan standar baku primer karena sifatnya yang hidroskopis. Sehingga basa ini perlu dilakukan bakukan oleh asam yang stabil yaitu asam oksalat sehingga konsentrasi KOH dapat diktahui dengan pasti. Reaksi antara Kalium hidroksida dengan asam oksalat adalah sebagai berikut:
KOH  + H2C2O4             K2C2O4 + 2H2O
Dari hasil percobaan, konsentrasi KOH diketahui sebesar 0,085 N.
            Setelah larutan KOH terstandarisasi, maka baurulah dilakukan penentuan angka sam dari suau sampel minyak goreng. Dalam percobaan ini, sampel minyak goreng yang digunakan sebanyak 20 gram, dimana minyak goreng tersebut ditambahan dengan alkohol. Dalam minyak goreng, sebenarnya terkandung senyawa organik trigliserida, yang mana trigliserida tersebut akan terhidrolisis oleh molekul-molekul air, sehingga akan menghasilkan produk gliserol yang memiliki gugus fungsi alkohol dan senyawa asam lemak dengan gugus fungsi aldehid. Asam lemak inilah yang nantinya dapat ditentukan angka asamnya. Hidrolisis trigliserida dapat dituliskan sebagai berikut :
                        Trigliserida + 3 H2O              Gliserol  + asam lemak
Trigliserida merupakan ester dan gliserol adalah alkohol sedangkan asam lemak memiliki gugus fungsi aldehid. Asam lemak dan gliserol hasil hidrolisis akan larut dalam dalam alkohol yang ditambahkan dengan bantuan dilakukannya pemanasan secara destilasi leibig , dengan demikian fasa atas yang bening (alkohol) akan melarutkan senyawa-senyawa tersebutakibat sifatnya yang non polar. Wakaupun alkohol merupakan senyawa yang dapat melarutkan senyawa organik dan minyak merupakan senyawa organik, tetapi minyak tidak ikut larut dalam alkohol karena perbedaan massa jenis yang jauh dan sifat minyak yang sangat non polar sedangkan alkohol semipolar.
            Asam lemak yang larut dlam alkohol kemudian dititrasi dengan KOH yang bersifat basa, sehingga nilai angka asam dapat diketahui yaitu dengan menghitung banyaknya volume KOH yang digunakan untuk menetralkan banyaknya asam lemak yang trdapat dalam minyak goreng. Titik akhir titrasi ditandai dengan munculnya warna merah muda pada permukaan larutan, karena indikator yang digunakan adalah indikatop phenolptalein yang mana akan memberikan warna merah muda jika sudah dalam keadaan basa. Warna merah mudah menunjukkan keadaan yang ekivalen dalam larutan , sehingga titrasi segera dihentikan. Dalam hal ini, semakin bnayk KOH yang digunakan , maka makin besar angka asamnya. Dan semakin besar angka asamnya, maka semakin buruk kualitas dari minyak goreng tersebut. Dari hasil percobaan, angka asam yang diperoleh sebesar 1,45 .

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1  Kesimpulan
Berdasarkan hasil dari percobaan penentuan angka asam dari minyak goreng, maka disimpulkan bahwa :
1.    Konsentrasi KOH hasil standarisasi sebesar 0,0851 N.
2.    Didapatkan nilai angka asam dari minyak goreng sebesar 1,45 mg/g.

5.2  Saran
Diperlukan ketelitian oleh praktikan pada saat penentuan titik akhir titrasi minyak goreng karena munculnya warna merah muda pada titik ekivalen kurang terlihat karena warna kuning dari minyak goreng membuat warna permukaan yang bening sedikit terlihat kuning, sehingga ketika penentuan titik akhir titrasi sedikit sulit dan sedikit berlebih yang ditandai dengan warna merah muda yang terlihat cukup pekat.

DAFTAR PUSTAKA

Parlon, 2003, Kimia Organik jilid 1, Bandung : ICA.
Poedjiaji, Anna, 2007, Dasar-dasar Biokimia, Jakarta: UI Press.
Suastuti, Dwi Adhi, 2009, Kadar Air dan Bilangan Asam dari Minyak, Bali: UDAYANA Press.
Sutanto, 2007, Kimia Analisis Kualitatif Klasik, Yogyakarta: Bina Aksara.
Wiryawan, Adam.2008, Kimia Analitik, Jakarta: Depdiknas.

LAMPIRAN

 Perhitungan
1.      Standarisasi Asam Oksalat              


V1.N1    = V2.N2
11,75 x N1 = 10 x 0,1
N1 = 0,085 N


2.      Penentuan Angka Asam
                                       
Reaksi
H2C2O4 + 2KOH            K2C2O4 + 2H2O
Trigliserida + 3H2             asam lemak + gliserol

Pertanyaan dan Jawaban
1.      Apakah prinsip penentuan angka asam dalam minyak ?
Jawab  :
Berdasarkan aplikasi titrasi asam-basa dan jumlah KOH yang diperlukan untuk menetralkan asam lemak bebas pada minyak goreng (Organik).
2.      Tuliskan reaksi yang terjadi ?
Jawab  :
H2C2O4 + 2KOH                    K2C2O4 + 2H2O
Trigliserida + 3H2              asam lemak + gliserol